Kenapa Nokia Bangkrut? Belajar dari Kegagalan Nokia



Nokia dididirikan pada tahun 1865 di Finlandia. Perjuangan panjangnya dinyatakan selesai Ketika pada tahun 2013 bertekuk lutut di tangan Microsoft, ya Nokia telah diakusisi oleh Bill Gates dkk


Jika dilihat ke belakang.. Terdapat 3 fase transformasi bisnis nokia 100 tahun lebih berdiri… pertama perusahan karet, kemudian berubah menjadi perusahaan kabel, dan dari kabel menjadi telepon seluler, dan dari telepon seluler ke era smartphone.

Nokia sukses pada 2 transformasi awal, terutama pada saat menjadi perusahaan telp seluler, perubahan untung besar dengan nominal 391 Triliun Rupiah per tahun


Petaka bagi nokia datang Ketika transformasi yang ketiga, yaitu era ponsel.

Pada tahun 2007, Apple mengumumkan iphone pertamanya, yang kemudian pada tahun 2008 disusul dengan rilisnya android oleh google.

Padahal sebelum itu nokia bersama dengan blackberry adalah 2 merk paling super power di ranah ponsel pintar.


Keadaan berubah drastic, pasar mulai tidak tertarik dengan nokia. Bahkan menurut survey yang dilakukan Jia dan Yin, dalam Jurnalnya Analisis Penurunan Nokia dari Perspektif Pemasaran… bahwa saat itu pengguna nokia akan beranjak mengganti ponsel mereka dengan Samsung ,,sebanyak 35%, Apple 16%, Huawei 14%, dan sisanya merk ponsel lain, sedangkan pengguna yang memilih bertahan hanya pada angka 6%.


Nokia makin kalap.. Menurut Puji Astutie (studi th 2014) Laba Nokia turun drastis dalam rentan tahun 2007 ke 2011,,, sehingga menyebabkan rasio ROE dan ROA berubah, dari yang semula positif di 2007 menjadi negative di 2011.


Dalam sebuah jurnal lain karya Bhalodya dan Prof Sagotia, setidaknya ada 7 hal yang menyebabkan kegagalan nokia:

#1

11. Nokia tidak bergerak cepat

Ketika apple sudah memperkenalkan layer sentuh di iphone pada 2007 dan juga ekpansi Samsung yang bertaruh dengan android, nokia tidak melalukan lompatan besar, mereka bertahan dengan OS Symbian yang memang telah membrikan hasil yang besar dalam waktu lama bagi mereka.

#2

2.     Terlalu puas Diri

Sebagai pemimpin pasar selama lebih dari 1 dekade, Nokia merasa masih biasa saja, tidak merasa bahwa akan ada ancaman serius dari pesaingnya. Mereka tetap pede dengan posisi perusahaan sebagai raja ponsel waktu itu.

#3

3.     Kurangnya inovasi produk

Ketika Samsung mengeluarkan seri terbarunya setiap tahun, nokia masih mengandalkan ponsel seluler lamanya, bahkan ponsel tsb masih saja tidak dibekali kamera depan dan bahkan ada yang masih tidak memiliki fitur 3G, padahal masyarakat global saat itu sudah berada diambang ke fase 4G. Pun Ketika sudah mengambil Langkah bersama Lumia (Microsoft), mereka tidak membuat produk yang benar-benar menarik dari segi Bahasa desain

4.     Kegagalan Symbian dan kesalahan keputusan

Symbian tidak diterima pasar karena Symbian adalah system tertup dimana tidak memberikan celah bagi pengembang utk aplikasi masuk ke system mereka. Hal ini yang menjadi pembeda dengan system iOS dan Android.

Lompatan besar dilakukan pada tahun 2011, dengan memilih windows phone, pemilihan ini didasarkan pada keinginan nokia untuk memaksa perbedaan dengan pesaingnya, yaitu apple dengan ios dan Samsung dengan android. Pemilihan ini justru bertolak belakang dengan keinginan, kondisi perusahaan yang sedang turun ditambah kenyataan bahwa windows phone merupakan OS baru, produk mereka lagi-lagi tidak dilirik oleh pasar.

5.     Nokia termasuk lamban menyenangkan konsumen di kalangan pasar ponsel pintar

Ponsel pintar, utamanya Samsung bergerak sejalan dengan perkembangan android, mereka tahu betul bagaimana menangkap keinginan pasar, dengan cara mengembangkan aplikasi2 yang berguna dan cepat dalam rangka menyenangkan konsumen. Ini yang tidak dilakukan oleh Nokia, nyaris mereka berfokus pada hardware.

6.  Kehilangan semua pangsa pasarnya, 

Ketika sudah dinyatakan KO di pangsa pasar kelas atas dengan nama-nama besar seperti Samsung, Apple, Sony. Nokia juga seakan lupa bahwa pangsa pasar utk kalangan menengah ke bawah perlu diperhatikan dengan seksama, tekanan di pangsa pasar ini dating dari merk2 baru di zaman itu, sebut saja HTC, Huawei dan ZTE. Nokia lupa menyadarinya, dan kehilangan keduanya.

7.     Gagal menerapkan strategi branding payung yg tepat

Di kelas flagship… Samsung berhasil dengan jajaran Galaxy seri S nya. Apple berhasil dengan jajaran iphone nya. Sedangkan nokia? Mereka gagal menonjolkan seri andalan mereka.


Jadi apa yan bisa kita ambil dari kegagalan nokia?

1.      Jangan melawan perubahan, banyak situasi yang mengharuskan adanya perubahan. Kita tidak bisa stagnan Ketika perubahan itu diinginkan oleh konsumen.

2.      Tangkaplah setiap peluang, lakukan dan manfaatkan sebaik mungkin. Nokia berpeluang memilih Android, tetapi kesempatan itu dilewatkan dan berjudi dengan windows phone.

3.      Iklim yang kompetitif memaksa adanya inovasi-inovasi terbaru, tidak berfokus hanya pada pengembangan perangkat keras.

4.      Jika anda adalah penguasa pasar, anda harus mempertahankan posisi. Layaknya sepak bola, menyerang dan bertahanlah secara seimbang.

 

 


Komentar