Contoh Laporan Praktikum : Fisika (Titik Berat)

Saturday, 17 August 2013

LAPORAN FISIKA
TITIK BERAT

GALIS ASMARA (07)
XI IPA AKSELERASI
SMAN 2 SELONG
2011/2012

A.  PELAKSANAAN

            1. Judul                       : Menentukan titik berat
            2. Hari / tanggal          : Senin, 18 Juni 2012
3. Tujuan                     : Untuk mengetahui letak tiitik berat suatu benda.


B.   LANDASAN TEORI

Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat.
Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.
Di dalam hampir semua persoalan mekanika, g (percepatan gravitasi) boleh dianggap seragam pada seluruh bagian benda , karena ukuran benda relative kecil dibanding jarak yang dapat menyebabkan perubahan gravitasi yang cukup berarti. Dengan demikian pusat massa  dan pusat  gravitasi dapat diambil sebagai titik yang sama. Keberhimpitan ini dapat digunakan untuk menentukan pusat massa sebuah keping tipis yang bentuknya tidak beraturan.
Untuk benda-benda yang mempunyai bentuk sembarang letak titik berat dicari dengan perhitungan. Perhitungan didasarkan pada asumsi bahwa kita dapat mengambil beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di masing-masing titik kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik. dikatakan titik berat juga merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi, namun untuk tempat yang ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat massa harus dibedakan.
Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama.
1. PUSAT MASSA
Koordinat pusat massa dari benda-benda diskrit, dengan massa masing-masing m1, m2,....... , mi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2),........, (xi,yi) adalah:
 X = mixi /mi
      Y = miyi /mi
2. TITIK BERAT (X,Y)
Koordinat titik berat suatu sistem benda dengan berat masing-masing w1, w2, ........., wi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2), ............, (xi,yi) adalah:
       X = wiyi /wi
         Y = wiyi /wi

3.LETAK/POSISI TITIK BERAT
1.      Terletak pada perpotongan diagonal ruang untuk benda homogen berbentuk teratur.
2.      Terletak pada perpotongan kedua garis vertikal untuk benda sembarang.
3.      Bisa terletak di dalam atau diluar bendanya tergantung pada homogenitas dan bentuknya.

C.   ALAT dan BAHAN

1.      Tiang penggantung
2.      Benang
3.      Karton atau kardus
4.      Pensil
5.      Gunting
6.      Penggaris
7.      Jarum
8.   Beban

D.   LANGKAH KERJA

  1. Mempersiapkan kertas karton atau kardus, kemudian membentuknya sesuai keinginan, baik simetris aataupun asimetris.
  2. Memasukkan benang pada lubang jarum kemudian menusukkan pada sisi karton atau kardus yang tlah dibentuk.
  3. Mengikatkan benang pada beban kemudian menancapkannya pada tiang penggantung.
  4. Membuat garis yang lurus terhadap lubang dan benang.
  5. Melakukan kegiatan 2-4 untuk lubang yang lain, minimal tiga buah garis.
  6. Melakukan kegiatan 1-5 terhadap bentuk karton atau kardus yang lainnya.


E.   HASIL PERCOBAAN & PEMBAHASAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, telah didapatkan titik beratnya berada pada perpotongan  2 buah diagonal atau lebih garis vertikal yang didapat dari percobaan dengan menggunakan benang yang digantung yang kemudian dibuatkan garis sesuai arah benang yang diikatkan pada batu sebagai beban. Dengan menggunakan kedua garis ataupub lebih, didapatkan titik potong sebagai titik berat.

Ciri yang didapatkan saat pada perpotongan dua garis tersebut ditancapkan jarum adalah pada kertas tidak bergelayutan, sedangkan saat paku ditancapkan pada lubang sisi samping kertas karton mengalami bergelayutan.Ini membuktikan bahwa titik perpotongan tersebut adalah titik beratnya.


F.    KESIMPULAN

Setiap benda memiliki titik berat. Untuk mencari titik berat dari suatu benda yang memiliki bentuk yang beraturan maupun tidak beraturan  dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Perpotongan dua buah garis atau lebih yang vertikal dapat menemukan titik berat dari suatu benda.

Namun, untuk benda yang bentuknya simetris, dapat kita ketahui titik beratnya melalui rumus sebagai berikut :
X0 = A1X1 + A2X2 + . . . . + AnXn
                  A1 + A2 + . . . . + An

Y0 = A1Y1 + A2Y2 + . . . . + AnYn
                  A1 + A2 + . . . . + An



G. DAFTAR PUSTAKA


Wulandari, Yayan. 2012. 1001 ULASAN FISIKA SMA Kelas XI. Tangerang :  Kelompok Kharisma.

No comments:

Post a Comment

 
Loading...

FOLLOW ME

Jikalau aku besar nanti, aku ingin menjadi seperti batu. Kuat dalam bertahan dan berfungsi terhadap dunia secara konstruksional.